"Merajut mimpi di perancis"
Itu judul seminar beasiswa yang saya hadiri hari ini. Isinya tentu tentang beasiswa dan seluk beluk perancis itu sendiri. Tapi yang paling penting adalah infromasi beasiswa yang didapatkan dalam seminar ini. Seminar ini diselenggarakan di Fakultas MIPA UGM yogyakarta.
Pengisi pertama adalah perwakilan dari Campus france Indonesia. Namanya mas Wisnu Agung Wicaksono. Materi yang disampaikan cukup luas mencakup negara perancis secara general (Kehidupan, makanan dan budaya) dan tentu saja tentang beasiswa ke perancis itu sendiri. Perancis adalah negara yang jumlah turisnya lebih banyak dari penduduk aslinya. Perancis juga negara yang ramah bagi mahasiswa asing karena beberapa kemudahan yang diberikan pemerintahnya. Yang pertama adalah subsidi pemerintah untuk biaya pendidikan baik tingkat S1,S2, dan S3 tapi khusus untuk universitas negeri di perancis. Kedua adalah tiap universitasnya punya kantin khusus untuk mahasiswa dengan harga yang "jauh" lebih murah dari pada harga makanan di perancis. Dan untuk lulusan perancis juga sangat dibutuhkan khususnya perusahaan-perusahaan asal perancis yang mendirikan perusahannya di Indonesia. Dan tercatat ada beberapa perusahaan besar perancis yang ada di Indonesia seperti DANONE, TOTAL, L'oreal, dan lain-lain. Bahasa perancis juga merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan di dunia di samping inggris dan spanyol. Dengan berkuliah di Perancis tentu saja nilai plusnya adalah mendapatkan pengetahuan tentang berbicara bahasa perancis yang memiliki "nilai jual" nantinya dalam dunia kerja.
Kebanyakan universitas di perancis membutuhkan syarat kemampuan bahasa inggris dan tentu saja bahasa perancis. untuk bahasa inggris skor toefl yang dibutuhakan antara 500-550 dan utnuk bahasa perancis dengan seritifkat DELF B1 bagi mahasiswa jurusan sosial dan DELF B2 bagi mahasiswa jurusan sains. Tentu bagi orang yang baru belajar dari nol bahasa perancis, seperti halnya saya juga agak sedikit kesulitan dengan syarat ini. Belajar bahasa perancis tentu membutuhkan biaya dan waktu lagi. Dalam bahasa perancis dikenal level A1,A2,B1,B2,C1, dan terakhir C2. Setiap level ini membutuhkan kira-kira waktu pembelajaran 100-150 jam. Sertifikat DELF sendiri dalam setiap level berlaku seumur hidup. Namun penguasaan bahasa perancis memang nantinya dibutuhkan dalam kegiatan sehari hari walaupun nantinya anda mendapatkan universitas dengan pengantar kuliah full berbahasa inggris namun dalam kenyataannya hanya 30% bahasa inggris yang dipakai dalam kehidupan anda disana kelak. Hal ini disebabkan orang-orang perancis kebanyakan enggan untuk berbahasa inggris sebagai bahasa sehari-harinya.
Beasiswa yang ditawarkan ada beberapa macam. Yang paling terkenal adalah beasiswa Eiffel. Beasiswa ini memberikan beasiswa berupa biaya hidup di perancis namun penerima beasiswa ini hanya bisa mendaftar sekali seumur hidup dan diberikan terbatas untuk beberapa jurusan saja. Ada juga beasiswa erasmus mundus, DIKTI, beasiswa dari perusahaan swasta seperti beasiswa TOTAL dan beasiswa yang diberikan oleh universitas yang menerima kita sebagai mahasiswanya. Untuk info lebih lanjutnya sendiri bisa dilihat di websitenya campus france www.indonesia.campusfrance.org atau bisa juga konsultasi langsung ke lembaga indonesia perancis (IFI).
Untuk wilayah jogja bisa langsung ke IFI LIP Jogja di Jalan Sagan No 3 Yogyakarta. IFI ini juga ada di beberapa kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Sekian dulu ya untuk pembicara lainnya banyak membicarakan tentang pengalaman disana jadi tulisannya ntar dilanjut lagi. Mohon maaf jika tulisannya berantakan karena baru belajar menulis di blog. hhe. semoga informasinya membantu. Merci beaucoup....