Selasa, 01 Januari 2013

bukan REFLEKSI

Tanggal 1 Januari 2013
Mungkin bukan hari yang spesial hari ini. Dimulai pagi hari warung-warung makan yg sdh sekian tahun mengisi perut aku yang tidak membuka gerainya. Penantian lain yang aku tunggu-tunggu lainnya adalah rasa keinginan yang hebat untuk kembali menyentuh walupun sepinggir kertas proposal penelitian ku.
Sepele memang memikirkan penelitian. Kerjakan, berproses, and Done!. Tapi hidup tidak akan pernah sesimpel kata-kata akademis yang berpengaruh dalam hidup sebanyak-banyaknya orang di jaman ini.  Penantian rasa itu kadang terpinggirkan oleh sebab musabab yang entah dari mana datangnya.
Aku sesungguhnya peduli dengan nasibku. Trust me! But i can’t prove it. Damn!!. Something thats making you like dummy guys but sometimes i think it’s normal. Aku hanya manusia biasa yang mencoba untuk menghindar saat menemui kesulitan. Karena itu sifat Alamiah manusia kan.

Terkekang dalam kesepian waktu. Lantai kamar ini yang hanya menjadi saksi bisu bagaimana banyaknya dia mengenal jejak kakiku pada waktu-waktu ini. Semester terakhir kuliah, y semester terkhir. I hope. Mungkinkah aku lulus tepat waktu? Mungkinkah aku berubah? Mungkinkah hidup ini mengatur kehidupanku? Atau sebaliknya?


Pernyatan demi pernyataan mungkin akan membuat diriku makin tersesat dalam pertanyaan baru yg lebih rumit. Tapi aku berkembang, kalian berkembang, mereka berkembang. Tinggal bagaimana mengarahkan perkembangan itu dalam hidupku. Ingin bersamaan merangkak dengan banyak orang atau lari sendrian di depan mencapai mimpi. All about myself now.

  Mau apa aku untuk hidup ini. Menjadi diri sendri atau menjadi diri orang lain?. Taruhan., bahkan sebagian orang sampai sekarang tidak tahu diri sendrinya itu mau kearah mana dan mau apa?. Emm, tapi by the way ada yang pernah dengar kata spritual. Ibadah. Agama. Akhirat. TUHAN.
Kadang aku lupa siapa aku secara hakiki. Aku adalah ciptaan diri-NYA yang maha kuasa dan tiada tertandingi. Aku mungkin bukan seorang muslim yang taat tapi aku mencoba. Aku mencoba untuk melangkahkan kakiku ke rumah ibadah seluruh umat-NYA. MASJID. Awalnya berat untuk berubah apalgi lingkungan yang sepertinya mencintai harapan duniawi yang besar. Orang-orangnya sikapnya dan lain nya lah. Tapi whatever, aku coba melihat diriku dulu. Perlahan tapi pasti ketemui jawaban itu. Hidup itu hanya senda gurau karena hanya akhirat tujuan aku serta seluruh umat muslim. Karena akhirat itu abadi dan hidup itu sementara. Y sementara.....

Entah bagaimana ak poles kehidupan ku. Itu hanya aku dan usahaku nantinya yang tahu. Hah.. serius ini masalah membuat bingung. Sangat provokatif.. dan aku bahkan berdoa semoga ini hanya mimpi. Tapi apadaya. Hidup akan terus berlari bahkan ketika kita diam.